Analisis Jurnal 2


TEMA : PENGARUH KENAIKAN HARGA BBM TERHADAP EKONOMI & MASYARAKAT

Judul : STRATEGI ADAPTASI SOSIAL EKONOMI KELUARGA MISKIN PASCA KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) (Studi Kasus terhadap Keluarga Miskin di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Medan)

Pengarang : Hendra Wahyudi, Sismudjito

Tahun : 2007

LATAR BELAKANG MASALAH

Kemiskinan merupakan masalah sosial laten yang senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang. Dalam konteks masyarakat Indonesia, masalah kemiskinan juga merupakan masalah sosial yang senantiasa relevan untuk dikaji secara terus menerus. Bukan saja karena masalah kemiskinan telah ada sejak lama, melainkan pula karena hingga kini belum bisa dientaskan dan bahkan kini gejalanya semakin meningkat sejalan dengan krisis multidimensional yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia.

Harga-harga kebutuhan pokok semakin membubung tinggi, nyaris tak terjangkau, seiring kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara berkala, sementara upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan pemerintah tak
kunjung mampu mengentaskan kemiskinan secara menyeluruh.

Program kompensasi yang dilaksanakan pemerintah, termasuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi keluarga miskin nyata-nyata tak mampu menanggulangi semua dampak negatif akibat kenaikan BBM. Pemberian bantuan subsidi langsung ini tidak akan memecahkan masalah kemiskinan. Subsidi lebih banyak bersifat membantu sesaat karena daya beli masyarakat miskin yang sangat lemah. Bantuan Langsung Tunai atau dana kompensasi BBM yang diberikan pemerintah kepada masyarakat miskin adalah bias
penanggulangan kemiskinan, karena dinilai hanya akan menciptakan sindrom ketergantungan bagi masyarakat miskin. Sesungguhnya, BLT hanya cocok diberikan bagi kelompok masyarakat yang tidak berdaya (disable group),
misalnya orang cacat dan jompo terlantar.

MASALAH

“Bagaimanakah strategi adaptasi sosial ekonomi keluarga miskin dalam memenuhi kebutuhan hidup pasca kenaikan harga BBM?”

PEMBAHASAN MASALAH

1) Di balik angka subsidi BBM yang sedemikian besar, ternyata hanya sebagian
kecil yang tepat sasaran. Selama ini, subsidi BBM diduga lebih banyak dinikmati golongan menengah ke atas.

2) Perbedaan signifikan harga BBM domestik dibanding harga BBM di luar negeri memotivasi pihak-pihak tertentu untuk melakukan penyelundupan minyak mentah ke luar negeri. Bahkan tidak tanggung-tanggung sejumlah oknum Pertamina tertangkap tangan terlibat ”bisnis ekspor BBM ilegal”.

3) Kenaikan harga BBM tersebut akan memacu masyarakat bukan saja berhemat di dalam pemakaian BBM, tetapi juga akan memacu diversifikasi dan ekstensifikasi pemakaian energi dalam negeri. Hal itu akan mendorong ditemukannya penggunaan sumber energi alternatif non-BBM.

4) Untuk memenuhi asas keadilan, pemberian subsidi haruslah tepat sasaran, yakni terbatas hanya pada kalangan yang miskin. Untuk itu, jenis BBM yang umumnya dikonsumsi kalangan menengah ke atas dan kalangan industri, seperti premium dan minyak solar, tidak seharusnya disubsidi lagi. Hanya jenis BBM yang umum digunakan rakyat kecil, seperti minyak tanah, yang masih layak disubsidi.

KESIMPULAN

1. Kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dipastikan akan semakin memberatkan masyarakat, terutama kalangan miskin. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan bisa lebih berpihak pada kepentingan rakyat, dengan
mempertimbangkan secara seksama bila hendak menaikkan harga BBM di masa mendatang. Sedapat mungkin, bila masih ada alternatif kebijakan lain yang bisa ditempuh, disarankan agar menghindari menaikkan harga BBM.

2. Hendaknya diperhatikan dengan seksama agar penyaluran dana kompensasi subsidi BBM benar-benar diterima oleh yang berhak dan membutuhkannya.

3. Strategi adaptasi sosial ekonomi masyarakat miskin perlu dihargai sebagai suatu bentuk inisiatif menghadapi sulitnya keadaan, namun perlu diawasi agar jangan sampai malah semakin menjerat mereka dalam perangkap kemiskinan.

4. Dalam perumusan kebijakan pengentasan kemiskinan, pemerintah perlu lebih memperhatikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat miskin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s