Latar Belakang Masalah


Kemiskinan masih merupakan masalah yang menghiasi Pemerintahan di dunia khususnya di negara – negara berkembang seperti Indonesia. Banyaknya faktor yang mempengaruhi kesejahteraan suatu negara, menjadikan kemiskinan sebagai suatu masalah yang sulit dihadapi oleh negara ini. Padahal Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang terbilang luar biasa. Berada di garis khatulistiwa dan dikelilingi laut – laut, Indonesia menjadi negeri yang subur dan makmur oleh kekayaan alamnya.

Namun apa daya, karena lemahnya sumber daya manusia dan kurangnya pengetahuan, sumber daya alam yang sangat banyak itu tidak dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya guna memenuhi kesejahteraan rakyat. ditambah dengan bobroknya mental penguasa negeri yang mengeruk sebagian besar kekayaan alam Indonesia demi kepentingannya sendiri dan kelompoknya.

Menurut data BPS, Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada Maret 2010 mencapai 31,02 juta (13,33 persen), turun 1,51 juta dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang sebesar 32,53 juta (14,15 persen).

Selama periode Maret 2009-Maret 2010, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0,81 juta (dari 11,91 juta pada Maret 2009 menjadi 11,10 juta pada Maret 2010), sementara di daerah perdesaan berkurang 0,69 juta orang (dari 20,62 juta pada Maret 2009 menjadi 19,93 juta pada Maret 2010).

Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah selama periode ini. Pada Maret 2009, 63,38 persen penduduk miskin berada di daerah perdesaan, sedangkan pada Maret 2010 sebesar 64,23 persen.

Hal ini tentu saja menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dari tahun ke tahun. Banyak usaha yang sudah dilakukan namun masih belum bisa mengangkat masyarakat Indonesia ke kehidupan yang lebih layak. Namun, bantuan yang diberikan Pemerintah lebih ke bantuan yang bersifat sesaat dan tidak mendidik. Contohnya, dengan memberikan BLT ( Bantuan Langsung Tunai ) saat diberlakukannya kebijakan menaikkan harga BBM.

Padahal alangkah baiknya jika Pemerintah mampu memberikan bantuan yang bersifat jangka panjang. Seperti memberikan modal usaha atau lapangan pekerjaan baru bagi sebagian besar masyarakat, dan tidak hanya bersifat sesaat yang mengajarkan masyarakat untuk konsumtif dan menunggu bantuan Pemerintah saja.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s